Efektivitas Skill di Masa Pandemi

Oleh : SUMAILIK

Saya percaya bahwa semua hal memiliki dua sisi yaitu memiliki kelebihan dan kekurangan. (Abdul Aziz Faradi M.Hum.)

           Setiap individu memiliki bakat dan kekurangan masing-masing, setiap profesi memiliki suka dan duka tidak terkecuali profesi sebagai pengajar, apalagi melihat kondisi sekarang ini banyak orang cenderung merasakan dampak negatif dari pandemi saat ini. Jika kita berpikir lebih luas akan banyak sisi positif yang bisa kita temukan, salah satunya di bidang pendidikan yang mengalami perubahan drastis ini bisa membawa kita untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi yang berkembang  mulai dari sistem pengajaran hingga penyampaian materi pelajaran ke anak didik.

           Sebagai pengajar, kita dituntut untuk bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi ini. Mau tidak mau, bisa tidak bisa kita harus berpikir dan melakukan strategi dalam proses pembelajaran. Mengingat yang biasanya cukup nyaman melakukan tatap muka secara langsung, tiba-tiba tanpa kita duga proses pembelajarn harus beralih dengan menggunakan pembelajaran dalam jaringan (daring). Menurut Kresna Yahya  Pakar Statistik, menilai sistem pendidikan dituntut beradaptasi di masa pandemi Covid-19. Tenaga pendidik atau guru dipaksa menjalankan metode pembelajaran baru sesuai New Normal.(Media.com)

           Pernyataan tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa guru dituntut tidak hanya belajar bagamaina mengajar, tetapi banyak tugas baru yang menjadikan pengajar sebagai wadah, fasilititator bahkan pelatih bagi para siswanya. Kalau dulu kita datang ke kelas, hanya menjelaskan materi  dan tinggal dibahas. Sekarang mengalami perubahan peran yang memerlukan sikap dan upaya baru dalam menjalankan metode pembelajaran.

           Peran pengajar sudah tidak bisa lagi untuk menilai kualitas siswa berdasarkan satu kelas, melainkan penilaian harus diperhatikan mulai satu persatu peserta didik. Guru harus menggali potensi siswa, termasuk potensi terhadap teknologi. Oleh sebab itu, proses pembelajaran  harus lebih banyak memberikan praktik kepada para siswa secara langsung dan menilai secara kompetensi. Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita sebagai pengajar menemukan cara efektif dan inovatif dalam proses penyampaian materi? Melihat kita sebagai pengajar tidak semuanya menguasai teknologi yang berkembang pada zaman ini.

           Pembelajaran  dengan menggunakan media daring (online) salah satu cara yang dipilih pemerintah untuk melanjutkan sistem pembelajaran di masa pandemi memaksa kita sebagai pendidik untuk menentukan strategi yang cocok agar pelajaran bisa tersampaikan dengan maksimal mengingat antara siswa dan pendidik tidak bisa bertatap muka secara langsung. Sehingga para pengajar tidak bisa memastikan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Hal ini tentunya diperlukan cara yang efektif dan inovatif dalam proses pembelajaran dalam jaringan (daring).

           Pembelajaran daring yang memanfaatkan penuh teknologi yang ada seperti aplikasi zoom, google meeting, google form, platform e-leraning yang sudah dipersiapkan untuk bisa dipakai kapanpun dibutukan yang memberikan kemudahkan dalam pelaporan kinerja akademik, media sosial dan aplikasi pembelajaran lainnya.  Aplikasi-aplikasi ini tentunya  memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga tugas kita sebagai pendidik harus bisa mengolah aplikasi-aplikasi tersebut hingga sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Misalnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bisa memanfaatkan media social seperti Youtube, FaceBook, Instagram untuk mengkespresikan kreativitas yang berbentuk karya ( musikalisasi puisi, menulis cerpen, menulis puisi, pentigraf, dan lain-lainnya) dengan harapan akan mendapatkan apresiasi dari semua kalangan. Meskipun kadang terhalang dengan lemahnya jaringan di beberapa daerah tempat tinggal siswa dan tersedianya kuota.

           Inilah tantangan yang harus kita hadapai demi keberhasilan proses pembelajaran dalam jaringan (daring) di musim pandemi. Siswa senang dan guru bahagia. Sehingga pemanfaatan skill yang bisa menyenangkan siswa dinilai menjadi ujung tombak keberhasilan dalam proses pembelajaran daring. Sebab siswa akan senang bila karyanya mendapat apresiasi dari orang lain.

Teknik yang bisa digunakan untuk mengembangkan skill dalam siswa bisa berupa :

 1. Pemberian tugas membuat video kegiatan positif bersama keluarga dalam musim pandemi. Langkah-langkah yang bisa dilakukan :

  • Pengajar memberikan skenario materi tentang kegiatan positif yang bisa dijadikan bahan untuk pembuatan video.
  • Mencari bahan dan didiskusikan lewat grup kelas
  •  Melakukan editing
  •  Langkah yang terakhir, video diunggah ke youtube atau diposting ke Instagram.

2. Membuat musikalisasi puisi

Langkah-langkah yang harus dilakukan :

  • Mengikuti materi lewat aplikasi zoom tentang musikalisasi puisi
  • Diskusi dan menentukan puisi yang akan dijadikan musikalisasi
  • Menyelaraskan dengan lirik dan musiknya
  • Hasil diunggah ke youtube, Facebook, dan Instagram

            Dari hasil kreativitas siswa tersebut tentunya bisa mengundang seseorang untuk mengapresiasi. Hasil apresiasi kemudian dibahas dalam diskusi kelas lewat aplikasi zomm. Kegiatan ini sangat memotivasi siswa untuk mengembangkan idenya dengan maksimal. Semua siswa bisa  merasakan dampaknya dan pembelajaran menjadi menyenangkan. Karena pendidikan merupakan paspor masa depan dan hari esok merupakan milik orang-orang yang mempersiapkan diri pada hari ini (Malcoml). Bahkan menurut Ali Bin Abi Thalib ia pun mengingatkan, ‘Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu,’ ungkapnya. Harapannya semoga kita mampu mengemban amanah sebagai pendidik dengan mempunyai rasa tanggung jawab untuk mencerdasarkan anak bangsa baik secara intelektul maupun moral. Semoga proses kehidupan dapat berjalan normal kembali dengan menciptakan manusia-manusia baru yang memiliki pola pikir dan skill positif yang sarat dengan solidaritas sosial.

Malaikat di Pelataran Pasar Manis

Oleh: Sumailik

Kita tidak hidup dari apa yang telah kita dapatkan tapi kita hidup dari apa yang telah kita berikan.”

       Kalimat paradoks yang jarang disadari banyak orang, tidakkah kita memang hidup dari apa yang telah kita dapatkan? Seperti  harta yang akan kita makan, kasih sayang yang akan kita peluk, ilmu yang akan kita aplikasikan dalam hidup, dan kebahagian yang mewarnai di sela-sela kehidupan. Namun tidakkah kita sadari dari manakah semua ini berasal? Dari manakah asalnya harta jika kita tidak pandai-pandai mengolah harta tersebut. Darimanakah kasih sayang akan tumbuh jika tidak menyayangi, dari manakah bertambahnya ilmu jika tidak memanfaatkannya dan tidakkah kita sering menyadari bahwa  kebahagian tumbuh dari orang yang telah kita bahagiakan.

                                                                        ***

  Aku tidak takut miskin untuk berbagi kepada orang lain,  aku yakin justru apa yang kupunya bertambah berkah karena semakin banyak bersedakah semakin berkah rezeki kita karena janji Allah itu pasti “Dan barang siapa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki sebaik-baiknya.” (QS Saba’:39)

Seperti yang terjadi di bulan Ramadan bulan penuh berkah, bulan penuh pengampunan. Semua umat  muslim bahagia menyambutnya, begitu juga dengan seorang nenek  tua renta berkebaya  dengan mengenakan jarik lurik yang sudah kusam. Kira-kira usianya 80 tahun, perawakannya kurus, sedikit bungkuk, matanya masih tajam, masyaAllah dia masih ingat tentang apa-apa yang dijual dan berapa harganya. Ya! Wanita tua itu penjual sayur yang ada di pasar manis trasional di sebuah kota kecil  di Jombang , beliau tidak mempunyai lapak tapi hanya menggelar dagangannya di bawah. Hati siapakah yang tidak miris melihat beliau? Sontak naluriku sebagai seorang anak langsung bergetar dan menahan air mata. Bergegas aku hampiri nenek itu, spontan aku langsung mengeluarkan selembar uang dua puluh ribuan.

“Mbah, ngapunten meniko buat si embah.” Suaraku parau menahan gelora. Aku ingat ibuku, andai beliau orang tuaku pasti aku akan melarangnya untuk berjualan. Tega nian anaknya, atau jangan-jangan nenek itu tidak memiliki anak atau sebatang kara? Belum berakhir gelora dalam jiwa untuk lebih tahu siapa beliau, aku dikagetkan dengan suaranya.

Tumbas opo kok duite akeh?” Sambil menggunakan bahasa Jawa yang artinya “Beli apa kok uangnya banyak?”

“Tidak beli apa-apa, ini uangnya untuk Mbah, bisa  digunakan membeli makanan buat buka puasa nanti.”

“Matur suwun, Nak, Mbah tidak mau menerima uang ini karena mbah berjualan bukan peminta-minta.” Suaranya jelas dan tegas sambil menatapku dengan lembut.

“Tidak apa-apa ini untuk Mbah, tadi saya dapat rezeki, sungguh saya ikhlas.” Lembaran itu aku paksakan untuk diterimanya, tangan yang sudah keriput dan kurus itu tetap menolaknya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seperti berdzikir.

“Jangan paksa aku untuk menerimanya, aku masih bisa untuk membeli makanan dari hasil jualan ini, aku tidak ingin merepotkan anak-anakku, aku ingin hidupku manfaat buat orang lain, berikan pada mereka yang membutuhan, Nak. Di pasar manis ini banyak orang yang susah cari makan. Lihatlah mereka!” Nenek berucap sambil menunjuk pedagang lain yang sedang menunggu pembeli.

Nenek memberi keyakinan padaku bahwa beliau masih sanggup untuk bertahan hidup tanpa belas kasih orang lain.Hatiku membuncah, air mata tak mampu terbendung, ambyar sudah semua niat baikku. Ya Allah sungguh hamba-Mu yang lemah dan hina ini tak kuasa menahan kesedihan melihat peristiwa ini. Aku ingin bersedekah, ingin berbagi rezeki kepada beliau tapi mengapa ditolaknya?

 “Siapakah beliau, apakah ini malaikat yang menjelma?”

Wallahu A’lam Bishawab.  Ada pelajaran hidup sangat berharga pagi itu, seorang nenek yang sangat lemah tetap mau berjuang untuk menghidupi dirinya dan tidak mau menerima belas kasih orang lain, bahkan beliau masih bisa bersedekah pada pengamen yang datang. Tamparan  sangat pedas bagi siapa saja yang melihatnya, terutama bagiku.

Sejak pertemuanku dengan si nenek, aku semakin sering ke pasar dan pasti beliau yang kucari dulu dan hanya memastikan bahwa beliau masih ada, alhamdulillah selalu ada doa dalam setiap pertemuan itu, seperti kekasih yang sedang kasmaran. Kadang kubiarkan nenek itu sedikit bercerita tentang kehidupannya, tak ayal tiap kali bertemu ada ilmu yang ku bawa pulang, ilmu kehidupan yang tidak ada kamusnya.

“Dunia ini hanya ladang menanam, kelak di akhirat adalah kehidupan yang abadi, apa yang sudah kita tanam, kebaikankah? Atau keburukan yang sudah tak terhitung?” Senanglah bersedekah kepada siapa saja yang membutuhan, jangan takut miskin, Nduk, dan harus percaya pada Gusti Allah  yang pemurah dan penyayang,”  tutur nenek di akhir ceritanya.

  Aku tetap jongkok di hadapan sang nenek, aku bawa seikat kangkung dan kuberikan uangnya pada beliau. Alhamdulilah akhirnya beliau mau menerimanya, aku cium tangan yang sudah keriput itu sambil bergumam,

“Mbah, semoga panjenengan diparingi sehat, umur yang berkah, ya!”

“Aamiin, Allah humma aamiin, tak doakan kau juga diberi keluasan rezeki, selamat, sehat biar bisa ibadah ke Makkah, Nak.”

“Aamiin Yaa Allah Yaa Rab Yaa Mujiibassailin. Matur suwun, Nek, atas ilmunya. Semoga  selalu bisa menanam kebaikan di setiap waktu, selalu bisa berbagi dengan sesama.” Aku sambil mengambil seikat kangkung dan selembar uang untuk beliau.

                                                ********

Tahun 2020 tahun cantik katanya tapi sayang di tahun ini, di bulan Ramadan 1441 H aku sudah tidak bisa lagi berjumpa dengan nenek yang berjualan sayur di pasar. Nenek itu sudah berpulang, tanpa aku tahu lebih jauh siapa sebenarnya beliau. Semua pesan dan doa yang diucapkan  selalu teringat. 

“Semoga dimudahkan rezekimu, sehat, selamat dan bisa ibadah ke Makkah.” Kalimat doa dari beliau yang selalu kuingat sekaligus menyadarkanku akan banyak hal.

“Ya Allah! Ya Allah! Ya Allah mengapa setiap doa yang beliau berikan kepadaku selalu ada kata-kata Makkah?” Aku mewek sambil mengingat ekspresi wajahnya dan langsung aku kirimi bacaan fatiha untuknya. Nenek itu seperti utusan malaikat yang tahu bahwa aku mau memenuhi panggilan Allah untuk menyempurnakan rukun Islam yang ke-5. Sungguh tidak pernah kusangka rezeki itu begitu saja datang karena bila dihitung menggunakan logika hal itu tak akan sampai. Matematika Tuhan tidak sama dengan matematika manusia. Semua pelajaran yang kudapat dari nenek itu kucoba untuk selalu kupraktikan. Bersedekah kini kulakukan tanpa pikir panjang.

                                                                        ***

Aku berjalan agak cepat dan segera membeli semua kebutuhan  persipan berbagi ta’jil untuk anak panti di sekitar rumah. Langit tidak bersahabat walau waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB  entah matahari enggan bersinar. Aku ingin berbagi sedikit kebahagian pada mereka, semua makanan dan minuman sudah pada masak, tinggal memasukkan pada box dan amplop yang berisi uang. Ada perasaan terharu, bahagia, dan lapang dada saat aku mampu memberikan sebagian rezeki pada mereka yang membutuhkan.

            “Assalamualaikum.”

            “Waalaikumussalam, silahkan masuk, Bu!” Salah satu pengurus panti datang menghampiriku.

            “Terima kasih, saya bisa bertemu dengan pengurusnya?”

            “Saya salah satu pengurus di panti ini, Bu. Maaf apa yang bisa saya bantu?” Ustad Syarif sambil mempersilakan kami duduk.

Aku tersentuh melihat seorang anak laki-laki yang masih kecil harus hidup sendiri dan berada di panti ini. Tidak banyak  penghuninya, kisaran 20 anak. Kondisi panti alhamdulillah bersih walau sederhana.

            “Maaf, Bu, ada kepentingan apa?” Ustad Syarif mengulangi kalimatnya lagi sampai tiga kali.

            “Hemm… maaf Ustad saya slow respon karena melihat mereka, sambil menunjuk salah satu penghuni panti. Ada makanan buat anak-anak untuk berbuka, mohon nanti disampaikan, semoga mereka diberi Allah kekuatan dan kesabaran dalam menerima ujian dari Allah.” Kuberikan beberapa kantong plastik dan amplop untuk mereka.

            “Terima kasih, Bu, semoga semua kebaikan ibu dibalas dengan Allah.”

                                                            ****

Terima kasih ya Rabb, kau beri kemudahan dalam memahami kebesaran dan kuasa-Mu. Begitu banyak ilmu berharga yang bisa dipetik dari semua peristiwa. Semoga aku selalu menjadi hamba yang pandai bersyukur dan mampu mengambil pelajaran dari peristiwa apapun. Mampu menangkap maksud baik Allah dan nikmat Allah yang istimewa. Karena Allah hanya ingin aku bahagia dengan cara-Nya. Sungguh nikmat Tuhan mana yang bisa didustakan?

Kisah ini juga mengingatkanku pada nasihat ibu bahwa doa-doa tulus justru lahir dari mereka yang menerima kebaikan tanpa tahu siapa yang diam-diam memberikannya. Juga sesuai dengan firman Allah surat An-Nisa’ ayat 114 yang artinya, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedakah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa  yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhoan Allah, tentulah kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar.”

Pembukaan Rehab Gedung Menuai Berkah

MAN 2 Jombang – Pagi tadi, Selasa (18/8) MAN 2 Jombang mengadakan doa bersama dalam rangka pembukaan kegiatan “Rehab Gedung oleh PUPR” yang dihadiri khusus oleh Majelis Pimpinan Pondok Pesantren  Darul Ulum.

Kegiatan ini berlangsung di perpustakaan kebanggaan MAN 2 Jombang, sebagai salah satu bangunan yang menjadi sasaran untuk direhab berat (dibongkar total) pihak PUPR. Kepala Madrasah, Bapak H. Musthofa, S.Pd.,M.Pd.I menjelaskan bahwa rehab ini terbagi menjadi dua jenis, yakni berat yang meliputi hampir seluruh bangunan MAN 2 Jombang di sebelah utara, sedang rehab ringan meliputi Lab. Bahasa, Lab. Komputer dan dua kelas di atasnya.

Doa bersama yang berlangsung dengan khidmat dan memenuhi protokol kesehatan ini, menumbuhkan kembali kesadaran akan keberkahan hadirnya Covid-19 yang merebak dari beberapa bulan lalu. Pasalnya dengan adanya Covid-19 ini, turut memudahkan berjalannya kegiatan yang perlu menghilangkan banyak ruang kelas untuk sementara. “Berkah ini, ya. Berkah korona juga. Kita jadi tidak bingung-bingung mengatur siswa untuk libur, tapi sudah diliburkan dengan keadaan,” ungkap KH. Zaimmuddin WA, S.U dalam sambutan acara tersebut yang disambut renyahnya gelak tawa warga MAN 2 Jombang.

Gedung yang akan direhab ini diharapkan bisa menjadi sarana baru yang lebih nyaman dan bermanfaat untuk MAN 2 Jombang ke depan. Aamiin.

Semangat Literasi MAN 2 Jombang di Masa Pandemi

MAN 2 JOMBANG – Kabar gembira kembali mewarnai MAN 2 Jombang. Pada Ahad (5/7) dua buku sekaligus kembali mengisi rak perpustakaan.  Sebuah kumpulan cerpen dengan judul “Menghijau Dalam Pandang” yang berisi 15 cerpen karya siswa dan guru MAN 2 Jombang dan buku kumpulan puisi mendapat judul “Rona Merah Muda” berisikan 35 puisi karya warga MAN 2 Jombang yang kembali terbit ber-ISBN bersama salah satu penulis kondang, Sapardi Djoko Damono.

Bermula dari mengikuti program GSMB (Gerakan Sekolah Menulis Buku) yang diadakan oleh Gerakan Literasi Nasional & Gerakan Menulis Buku Indonesia yang merupakan organisasi nasional yang mewadahi perkembangan dan kemajuan literasi Indonesia. Program yang bisa diikuti oleh seluruh sekolah di Indonesia ini, dinilai cukup profesional dalam mewadahi kreativitas anak bangsa dalam bidang literasi. Terlihat dari tahapan-tahapan dari awal pengadaan juga cara kreatif yang diusung sehingga banyak sekolah tergugah untuk mengikuti, termasuk madrasah ini.

Suara literasi yang menggaung di MAN 2 Jombang sejak 2019 lalu rupanya mendulang semangat bagi warganya untuk terus berkarya. Terbukti setelah terbitnya Antologi Sastra 114 (20/10/19) warga MAN 2 Jombang mulai semangat untuk terus terjun di dunia literasi. Seperti kabar hangat lalu, Abdullah Mahbub Ahmad murid kelas X Agama1 yang berhasil menerbitkan buku kolaborasi berjudul “Esensi Hamba”. Tak ketinggalan juga para guru yang telah berhasil menerbitkan berbagai macam buku antologi bersama kawanannya.

Hal ini tentunya mendapat apresiasi cukup membanggakan  Kepala Madrasah “Sebuah kejutan yang membuat saya senang dan bangga, tidak menduga masa pandemi ini justru banyak yang bisa melahirkan karya-karya baru. Menunjukkan semangat literasi MAN 2 Jombang memang Jos, semoga bisa berlanjut dan semakin lebih baik ke depannya,” ujar beliau, Bapak Musthofa, S.Pd.,M.Pd.I. Beliau juga menyampaikan akan membuat program untuk kemajuan literasi ke depan. Dengan harapan program itu nanti bisa lebih memantik rasa semangat atas kepedulian kita terhadap literasi Indonesia.

Peraihan Prestasi untuk Kado Awal Tahun 2020

MAN 2 JOMBANG – Sabtu (1/2) menjadi hari berbahagia bagi MAN 2 Jombang, lantaran tercapainya tiga prestasi sekaligus dalam penyelenggaraan KSM Se-Wilker Surabaya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kompetisi tahunan bergengsi ini selalu menjadi harapan besar untuk pencapaian prestasi Madrasah, maka tak ayal jika pencapaian kali ini menjadi suatu kebanggan bagi MAN 2 Jombang.

Acara yang terlaksana satu hari sekaligus ini, berlangsung dengan dua sesi. Sesi pertama Read more “Peraihan Prestasi untuk Kado Awal Tahun 2020”

Menjalin Silaturahmi dengan Road To School (RTS)

Ahad, 12 Januari 2020, MAN 2 Jombang kembali menghadirkan sebuah acara “Road to School 2020”. Sebanyak tiga angkatan berpartisipasi dalam aca ini, antara lain; Integration48, El Fathor49 dan Arraiser50. Kegiatan RTS sudah menjadi acara rutin di seluruh unit SLTA di Ponpes Darul Ulum, tak terkecuali di MAN 2 Jombang. Namun, MAN 2 Jombang selalu menghadirkan kesan berbeda dari yang lain, yakni mengikutsertakan dua angkatan alumni. “Hal ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim antar angkatan sebelumnya dan juga memberikan contoh terlebih dahulu kepada angkatan alumni di bawahnya dalam penyelenggaraan acara RTS.” Jelas ketua pelaksana, Kak Bima Restu Hartono (Alumni angkatan Integration48).
Acara RTS berlangsung di Read more “Menjalin Silaturahmi dengan Road To School (RTS)”

Donor Darah di MAN 2 Jombang


Kab. Jombang (MAN 2) – Dalam rangka memperingati HAB (Hari Amal Bakti) Kementrian Agama Kabupaten Jombang ke-74, Kementerian Agama Kabupaten Jombang bekerjasama dengan PMI mengadakan kegiatan donor darah yang melibatkan beberapa Madrasah di Jombang. Rabu (18/12), giliran MAN 2 Jombang di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum..

MAN 2 Jombang yang selama 2 tahun terakhir tidak pernah mengadakan kegiatan donor darah,pada tahun ini menjadi salah satu madrasah yang dipilih oleh petugas PMI untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Kegiatan ini dikuti oleh guru, karyawan dan siswa-siswi MAN 2 Jombang selain itu juga di ikuti oleh beberapa pimpinan Unit yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum seperti MIN, MTSN dan juga MTSN 6 Jombang.

Warga MAN 2 Jombang Read more “Donor Darah di MAN 2 Jombang”

Sengsara Membawa Nikmat


MAN 2 Jombang (Ahad, 1 Desember 2019). MAN 2 Jombang mengadakan kegiatan pembinaan rutin bulanan. Dalam kegiatan rutin bulanan kali ini menghadirkan anggota Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang, KH Hamid Bisri, SE, M.Si.

 

KH Hamid Bisri, yang juga sering dikenal dengan Gus Mamik menyampaikan beberapa hal tentang mencari ilmu, menyebarluaskan ilmu, dan memanfaatkan ilmu. Gus Mamik menekankan tentang agar dalam mencari ilmu itu dilakukan dengan sungguh-sungguh. KH Hamid Bisri berharap juga agar ilmu yang sudah didapatkan menjadi ilmu yang manfaat dan barakah.

 

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Read more “Sengsara Membawa Nikmat”

MAN 2 Jombang Senam Germas (Gerakan Madrasah Sehat)


MAN 2 Jombang – Menjadi hari yang berbeda pada Kamis (7/11) di Indonesia, khususnya MAN 2 Jombang di lingkungan Pondok Pesatren Darul Ulum. Lantaran berlangsungnya kegiatan “Sehari Belajar di Luar Kelas” yang menjadi even unik untuk peringatan Hari Anak Internasional, sekaligus sebagai perwujudan program Madrasah Ramah Anak yang disahkan oleh pemerintah setempat beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang diawali dengan penyambutan 3S (Senyum, Salam, Sapa) oleh Ustadz-Ustadzah pada seluruh siswa-siswi saat memasuki gerbang Madrasah, sekaligus menjadi ciri khas Madrasah ini sejak tiga tahun terakhir. Berlanjut dengan pembiasaan pagi dan sedikit penambahan tausiyah oleh Bapak Syubbanul Mujtahid, S.Pd. tentang pentingnya berakhlak dalam berdoa untuk peningkatan kualitas masing-masing sebagai hamba Allah SWT. Lalu disusul dengan pengenalan singkat pada seluruh siswa untuk kegiatan yang akan dilaksanakan seharian nanti.

Tepat pukul 8:30 seluruh siswa sudah siap dengan pakaian olahraganya untuk mengikuti kegiatan selanjutnya, yakni Read more “MAN 2 Jombang Senam Germas (Gerakan Madrasah Sehat)”