Membumikan Sastra Pesantren Indonesia

MAN 2 JOMBANG – Minggu (20/10) ini menjadi hari yang bersejarah bagi MAN 2 Jombang karena untuk pertama kalinya MAN 2 Jombang menggelar acara bertajuk Dialog Interaktif Sastra Pesantren  sekaligus peluncuran atau launching perdana buku Antologi 114 Sastra karya siswa-siswa MAN 2 Jombang.

Acara yang merupakan rangkaian dari peringatan hari santri dan bulan bahasa ini diikuti oleh seluruh keluarga besar MAN 2 Jombang, alumni dan dihadiri oleh Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum, KH Zaimuddin Wijaya Asad. Beliau memberikan apresiasi yang sangat besar. Beliau berharap santri Darul Ulum khususnya  di MAN 2 Jombang mampu menghasilkan karya sastra.  Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang Drs. Taufiq, M. M. Dalam sambutannya beliau menuturkan, “Santri adalah garda terdepan dalam peran perjuangan kemerdekaan Indonesia, kiprah santri sangat berpengaruh, maka zaman ini,  jadilah santri yang turut andil dalam kemajuan bangsa Indonesia.” Setelah resmi dibuka, beberapa siswa menampilkan pagelaran seni tari yang diiringi dengan musik tradisonal dan modern yang merupakan hasil dari kreativitas siswa MAN 2 Jombang.

Inti dari acara ini adalah Dialog interaktif tentang sastra pesantren yang menghadirkan satrawan, penulis novel dan puisi yaitu Aguk Irawan  dan Binhad Nurrohmat sebagai pembicara. Dialog ini juga menghadirkan KH. Afifuddin Dimyathi, Lc, MA sebagai pembanding di antara dua tokoh sastrawan tersebut.  Aguk Irawan mengungkapkan bahwa sastra Pesantren kian bertambah pesat. Menurut beliau, “Sastra pesantren adalah kehidupan pesantren dan kurikulumnya, suka duka dalam pesantren bisa menjadikan inspirasi dalam berkarya walau dari peristiwa sandal yang hilang, bisa dari kisah salat Jumat yang bersepatu”. Satu kata penting yang bisa dijadikan motivasi dalam berkarya adalah, “ Penyair adalah orang yang paling berbahagia sedunia karena bisa mengungkapkan isi hatinya lewat tulisan”.  Sementara itu, Gus Binhad mengungkapkan bahwa untuk menjadi penulis yang baik harus menjadi pembaca yang baik terlebih dahulu. Sedangkan menurut KH. Afifuddin Dimyathi, Lc, MA yang lebih dikenal dengan Gus Awis beliau memberi resep buat santri, “ Dalam membuat alur cerita buatlah sesuatu yang membuat pembaca penasaran seperti yang ada dalam Alquran surat Yusuf dan kisah Nabi Musa di surat Al-Baqoroh.

Antusias para peserta mampu membuat acara terkesan lebih hidup. Beberapa pertanyaan dari yang menggelitik dan mendalam mewarnai setiap sesi dialog interaktif, dan dalam akhir sesi acara ini para peserta yang mengajukan pertanyaan dikejutkan dengan pemberian doorprize berupa buku karya Aguk Irawan yang berbonus tanda tangannya secara langsung.  Hal ini diharapkan menjadi motivasi agar dunia pesantren lebih berkembang lagi melalui sastra karya santri Indonesia.

Acara Dialog Interaktif Sastra Pesantren dan launching Antologi 114 sastra ditutup dengan pembagian 30 tumpeng persembahan dari Dewan Guru dan Pimpinan Madrasah kepada seluruh siswa-siswi MAN 2 Jombang , sudah menjadi tradisi setiap Peringatan Hari Santri Nasional (HSN), sebagai wujud memupuk rasa cinta kasih antara orang tua, guru dan santri. Dengan harapan dalam kehidupan sehari-hari santri MAN 2 Jombang mempunyai karakter yang bisa membentuk jati dirinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *